Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sunan Kudus terus memperkuat komitmen dalam pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Brainstorming Tim Zona Integritas FTIK UIN Sunan Kudus yang digelar pada Kamis, 21 Mei 2026 di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Sunan Kudus.
Kegiatan strategis tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Prof. Dr. H. Abdurrahman Kasdi, Lc., M.Si., Dekan FTIK Prof. Dr. Adri Efferi, M.Ag., Wakil Dekan I Dr. Yusuf Falaq, M.Pd., Wakil Dekan II Rini Dwi Susanti, M.Pd., Wakil Dekan III Setyoningsih, M.Pd., Kabag Umum FTIK Sutanto, M.Kom., para Ketua Tim, seluruh koordinator dan anggota enam area pembangunan ZI FTIK, serta menghadirkan Katim Organisasi Kepegawaian dan Hukum UIN Sunan Kudus Chofia Nisa, S.E. dan Katim Perencanaan Muhamad Muchlisin, S.Ag. untuk berbagi pengetahuan dan brainstorming karena berpengalaman sebagai sekretaris dan salah satu koordinator dalam TIM ZI tingkat Institut/Universitas pada tahun-tahun sebelumnya.
Kegiatan dipandu langsung oleh Kabag Umum FTIK UIN Sunan Kudus, Sutanto, M.Kom., yang sekaligus menyampaikan alur pembangunan Zona Integritas FTIK mulai dari strategi penguatan budaya kerja, pemetaan program enam area perubahan, penyusunan evidence berbasis kegiatan nyata, hingga arah pengembangan pelayanan publik berbasis digital di lingkungan FTIK. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya sinergi lintas tim agar pembangunan ZI tidak hanya berorientasi pada administrasi, tetapi benar-benar menjadi gerakan perubahan budaya kerja yang berkelanjutan.
Rakor dan brainstorming ini dilaksanakan sebagai forum penyamaan persepsi, penguatan komitmen, sekaligus konsolidasi strategi pembangunan birokrasi yang bersih, profesional, akuntabel, dan melayani. Forum tersebut juga menjadi ruang diskusi terbuka bagi seluruh tim dalam menyusun langkah percepatan pembangunan Zona Integritas di lingkungan FTIK UIN Sunan Kudus.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrahman Kasdi, Lc., M.Si., menegaskan bahwa pemilihan FTIK sebagai salah satu unit strategis pembangunan ZI didasarkan pada kesiapan sumber daya manusia dan besarnya peran FTIK dalam sistem akademik UIN Sunan Kudus.
“Jangan pernah berhenti di zona nyaman. Walaupun sudah menjadi ASN, tantangan kita semakin besar. Semakin kita kompak, maka semakin besar peluang keberhasilan pembangunan Zona Integritas,” tegas Rektor.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada FTIK yang tetap melibatkan tim dan anggota ZI tingkat rektorat sebelumnya untuk ikut memperkuat pembangunan ZI di tingkat fakultas. Selain itu, Rektor menekankan bahwa data dukung Zona Integritas dapat saling terintegrasi dengan kebutuhan akreditasi, sehingga keduanya dapat berjalan saling menguatkan.
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa penilaian ZI memiliki karakteristik yang sangat detail dan komprehensif. “Satu komponen saja kurang optimal, maka potensi kegagalan bisa sangat tinggi. Karena itu seluruh tim harus bergerak bersama dan konsisten,” ujarnya. Ia juga mendorong adanya penguatan sosialisasi ZI kepada mahasiswa sebagai bagian dari budaya akademik anti korupsi dan pelayanan prima.
Sementara itu, Katim Perencanaan UIN Sunan Kudus, Muhamad Muchlisin, S.Ag., dalam sesi brainstorming menekankan pentingnya peran top leader dalam menggerakkan semangat perubahan di unit kerja. Menurutnya, keberhasilan pembangunan ZI sangat dipengaruhi oleh konsistensi pimpinan dalam memberikan teladan.
“Pak Dekan harus lebih giat dari yang lain, lebih giat dari agen perubahan. Sedikit saja inkonsisten, maka akan mempengaruhi yang lain,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya budaya dokumentasi dan inovasi berkelanjutan dalam pembangunan ZI. “Catat yang dilakukan, lakukan yang dicatat. Harus terus ada inovasi agar tidak kehilangan energi perubahan,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Chofia Nisa, S.E., menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak hanya terletak pada kelengkapan evidence atau data dukung, tetapi lebih penting pada pembentukan budaya kerja yang baik dan berkelanjutan.
“Yang pertama dibangun adalah budaya kerjanya terlebih dahulu, seperti budaya salam, sopan santun, pelayanan yang baik, serta kebersamaan seluruh pimpinan dan pegawai. Setelah budaya kerja terbentuk, maka evidence akan mengikuti,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya keberadaan motor penggerak dalam unit kerja agar semangat perubahan tidak berhenti di tengah jalan.
Dekan FTIK UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. Adri Efferi, M.Ag., dalam arahannya menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan hanya program administratif semata, tetapi merupakan gerakan perubahan budaya organisasi menuju tata kelola yang bersih, akuntabel, profesional, dan melayani.
Menurutnya, FTIK harus mampu menjadi contoh unit kerja yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga unggul dalam tata kelola kelembagaan dan pelayanan publik berbasis integritas.
Rakor berlangsung aktif dan penuh diskusi konstruktif. Seluruh koordinator area perubahan memaparkan progres, tantangan, serta strategi percepatan pembangunan ZI di masing-masing area, mulai dari Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan, hingga Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.
Melalui kegiatan ini, FTIK UIN Sunan Kudus menegaskan kesiapannya untuk terus membangun budaya kerja unggul, memperkuat pelayanan publik berbasis digital dan akuntabel, serta mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani secara berkelanjutan.